Marketing Online

Kenal Lebih Dekat Bersama Hisyam Hudari Hasanah

h1

Assalammu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh…

Hari ini kita akan sharing tentang salah satu tim internal Afrakids. Siapakah itu? Yuk cek biodatanya, supaya bisa #KenalLebihDekat! ???

Nama Lengkap : Hisyam Hudari Hasanah
Ttl : Jakarta, 25 Agustus 1977
Hobby : ngomong
Makanan favorite : pepaya, semur kambing
Minuman favorite : teh manis anget

Kenapa Harus Membangun Afrakids?

Awalnya itu saya tidak berniat untuk menjual produk. Yang saya pikirkan saat itu adalah bagaimana caranya dengan keilmuan yang saya miliki, skill yang saya punya, saya bisa berdakwah. Meskipun saya tidak punya background pendidikan agama. Namun sebagai seorang manusia saya berusaha mencari pengetahuan tentang agama dan untuk apa sebenarnya saya diciptakan.

Dari proses perjalanan spiritual saya itu, saya meyakini bahwa tugas saya yang sebenarnya adalah berdakwah. Dan pada saat saya ketemu Maula yang juga memiliki background design, kami berbicara tentang bagaimana atas keilmuan yang kami punya, kami berdua bisa berdakwah.

Bagi saya, kaos Afra hanyalah batu loncatan. Karena kami ingin perusahaan ini bukan sekadar menjadi perusahaan yang membuat sebuah produk. Kita bukan perusahaan kaos, tapi kita perusahaan design thinking. Kita mau mendesign, sehingga apa yang kita kreasikan di sini kembalinya ke ruang dakwah. Itu yang pengen kita kaji lagi,  apa yang bisa kita serve, dan apa yang bisa kita bagi ke umat.

Dakwah apa yang ingin Afrakids bagi?

Kita semua sudah tahu kondisi umat saat ini tidak sedang baik-baik saja. Tidak sedikit orang-orang yang menyuarakan perang dan keributan di dunia ini. Semua merasa dirinya paling benar. Dalam hal ini saya meyakini bahwa ajaran islam yang saya imani saat ini –ajaran yang menuju ke Allah– tidak pernah mengajarkan kita tetang menyampaikan agama ini lewat pertikaian, adu mulut, atau lewat perang. Apa lagi pertengkaran sesama muslim seperti saat ini.

Oleh karena itu kita harus bisa memberi tahu kebenaran ini dengan bil hikmah. Itu ada di Al-Quran surat An-Nahl ayat 125:  “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Di atas kan udah tentang cara menyampaikan. Lalu apa yang mau kita sampaikan? Yang mau kita sampaikan adalah Alquran. Karena hari ini banyak orang yang tidak peduli dengan agamanya. Bagaimana dia tidak tau tentang Allah. Banyak orang yang ragu dengan Allah untuk urusan perut dan uang. Kami ingin memastikan bagaimana keyakinan kepada Allah itu masuk kedalam hatinya,  bagaimana apa yang dibaca di Alquran itu dia fahami dan dia paktikan di kesehariannya.

Intinya, afrakids ini adalah stepping stone untuk membuat sebuah peradaban yang baru. Sebetulnya bukan peradaban baru, tapi mengembalikan sebuah peradaban yang sudah terlalu besar distorsinya. Karena sesungguhnya Rasulullah adalah peradaban baru bagi saya.

Action Lainnya Gimana Mas?

Ibadah yang sesungguhnya adalah setelah shalat. Sebab banyak sekali “Fawaylul lil musolin” Surat Al-Ma’un 107: 4 yang artiya, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat.”  Karena dia tidak implementatif. Terkadang banyak orang yang shalat buat dirinya sendiri, buat euforianya sendiri.

Saya tidak sedang menggugurkan yang mau ngaji atau mau apa. Tapi bukan itu saja, urusan agama tak hanya sekedar itu. Kalo cukup sampai situ saja selesai semua. Dalam beragama ini kita harus produktif, kita harus bepikir, “apa goal kita?” Dan itu ada syarat dan ketentuannya.

Karena yang dijanjikan Allah masuk surga yaitu orang-orang yang melakukan amal soleh. Perintah dakwah itu yang harus dijalankan “amwalihim wa angfusihim” Surat At-Taubah 9: 44 artinya. “Ikut berjihad dengan harta dan diri mereka.” Begitulah perintahnya, kita tidak bisa mengatakan, “Saya hari ini sudah bersedekah.” Lalu gugurlah sudah kewajibannya. Artinya perintah berjihad tak cukup dengan harta saja tapi juga dengan harta dan diri mereka, jiwa, akal, ruh, semua turut serta.

Apa Makna dari Care and Share?

Inti dari pesan care and share Afrakids adalah karena kita peduli dengan generasi yang akan datang. Kita peduli pada umat muslim di masa depan. Oleh karena itu, kita mencoba untuk membagikan value-value yang datang dari Allah melalui rasulullah yaitu Alquran. Hanya itu.

Karena kita bukan perusahaan kaos tapi perusahaan design thinking. Maka, dari value-value itu output-nya akan selalu berkembang ( Improvement).

Setiap jiwa harus mampu melakukan improvement dengan mengenal lebih lanjut tentang Rabb-nya. Itu yang lebih penting. Sehingga pada saat totalitas dia mengenal Rabb-nya, dia sadar betul bahwa dia under control Rabb-nya. Dia akan me- reduce kesalahan yang dilakukannya. Ketika seseorang takut sama Allah, jiwa kita akan mengajak kita untuk menghindar dari segala macam maksiat.

Nah jadi, membuat umat sadar untuk selalu improve dirinya untuk mengenal Rabb-nya lah yang akan selalu kami genggam menjadi mimpi kami.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *